Wagub NTB Tekankan Pentingnya Kebersihan untuk Perkuat Destinasi Wisata

Lokasi pariwisata di Nusa Tenggara Barat tak lepas dengan problem sampah. Tidak terkecuali management sampah di Gili Trawangan dan 2 gili lainnya. Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, memohon semua oknum tinggal ditempat wisata untuk terus menjaga kebersihan. Berdasarkan dirinya, kebersihan lokasi pariwisata akan menjadikan wisatawan asing betah berkunjung. “Kita dari pemerintahan menghimbau, untuk terus menjaga keelokan gili yang dikenal ini. Satu-satunya yang dikomplain itu kebersihan, disamping keamanan dan ketentraman,” ucap Muhammad, di Gili Trawangan, ketika menghadiri event penghijauan dalam upaya Festival Pesona Gili Indah.

“Maka gak usah infrastruktur saja kita benahi. Bakal lebih banyak menarik turis kalau semuanya baik,” imbuh dia. Pendapat wagub, turis yang datang berwisata akan membawa juga multi efek. Satu diantaranya ialah semakin banyaknya yang mendapatkan kesempatan kerja.

“Pariwisata itu membetulkan mempercantik dan memperindah. Siapa yang malas datang bila sudah cantik, asri, serta indah? Saya harap ini berkelanjutan. Kita perkuat obyek kita. Kita promosi supaya daerah kita dikenal dan kemungkinan sia-sia lantaran telah mengeluarkan banyak budget,” urai Muhammad.

“Jadi tak usah menanti banyak orang yang datang. Apalagi banyak anak-anak kalian. Alangkah kebersihan itu separuh dari iman,” tambah dia. Festival Pesona Gili Indah telah dilakukan saat kemarin. Serasi dengan Wagub, Kadisbudpar NTB Lalu M Faozal, menerangkan bersama dengan warga, pemerintahan melakukan membersihkan di pesisir Gili Trawangan dan diteruskan dengan pembudidayaan seribu pohon.

“Bulan ini sudah siap tanam. Dimulainya saat ini. Penanaman 1 jt pohon untuk seluruh obyek di NTB. Kita mau festival ini menjadi ikon kegiatan pariwista, ikon di NTB. 3 gili ini merupakan kawasan konservasi,” ujar Faozal. Pembudidayaan 1 jt pohon itu, dibilang Faozal bakal berada di 11 obyek. Dirinya berharap hal-hal itu jadi sebuah gerakan yang serupa antar pemerintah yang berperan sebagai fasilitator. Sebab NTB sendiri kedepannya bakal mengadopsi pariwisata berbasis alam atau lingkungan.

“Institusi serta lembaga keuangan pun berikan mesin penggarapan sampah. Tindak ini kita ikut sertakan anak sekolah. Pengadaan pepohonan sharing dengan komunitas. Ini kan wisata kita berbasis eco-tourism,” kata Faozal. “Dengan hijauanya obyek akan terus jadi bagian tidak terpisahkan,” tutup Faozal.

Tagged as:

Leave a Reply

Your email address will not be published.